Mentawai Island Surfing

The Mentawai Islands of Indonesia are one of the most consistent surfing travel destinations in the world (photo: mentawaiislands.com)

Jam Gadang Bukittinggi

Jam Gadang Bukittinggi is one of West Sumatra famous destination landmark (photo:tourdesingkarak.com)

Beautiful Lake Singkarak

Visit the clear and cool water of Lake Singkarak (photo:faceofindonesia.com)

44 Winding Road of Maninjau

Beatiful scenery of 44 Winding Road (Kelok 44) that leads to Maninjau Lake (photo: tourdesingkarak.com)

Minangkabau Traditional Martial Arts

One of famous Harimau Campa style of Minangkabau traditional martial arts (photo:faceofindonesia.com)

Tampilkan postingan dengan label Suvenir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Suvenir. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Mei 2012

Belanja Souvenir - Songket Pandai Sikek - Bukittinggi


kain di gulunganTerletak 10 Kilometer dari Bukittinggi, Pandai Sikek merupakan pusat kerajinan Songket, dan Ukiran Kayu. Desa ini menghasilkan tenunan Songket yang merupakan salah satu tenunan terbaik di Indonesia yang pembuatannya rata-rata membutuhkan waktu relatif cukup lama dan ukiran-ukiran kayu dengan motif-motif alam banyak dijumpai pada ukiran-ukiran yang terdapat di Rumah-rumah Gadang tradisonal

Tenunan Songket adalah kain tradisional Minangkabau yang biasanya digunakan sebagai pakaian adat yang dipakai pada acara-acara tradisional. Kain tenunan Songket biasanya dikenakan pada saat acara-acara perkawinan dan acara-acara pertemuan adat. Tenunan ini dibuat dengan menggunakan metode tradisional dengan motif-motif yang biasanya diambil dari alam dan lingkungan dan sering menampilkan motif-motif tanaman.

Menurut Mira pemilik Pandai Sikek Art Center, kain songket terdiri dari tiga jenis yaitu benang satu, dua dan empat, harganya pun jauh berbeda. Benang satu itu jauh lebih mahal dibanding benang dua dan empat. Apa pasal? Waktu yang diperlukan untuk menenunnya lebih lama tutur Mira.

Tak hanya itu, membuat songket jenis benang satu ini diperlukan ketelitian yang tinggi karena dalam proses menenunnya, benang harus helai demi helai dimasukkan. Kira-kira diperlukan waktu satu bulanlah untuk menyelesaikan sehelai selendang, belum dengan kain bawahannya jelas Mira. Sedangkan untuk benang dua kira-kira perlu tiga minggu proses penenunannya dan benang empat hanya dua minggu saja.

Adyan Anwar dari Rumah Tenun Pusako, produsen kain songket lainnya menjelaskan, motif kain disebut juga cukie bagi penenun di Pandai Sikek. Artinya, sebuah pola yang mengisi bagian-bagian dari kain. Misalnya, cukie tertentu dipilih untuk badan kain, cukie lainnya untuk kepala kain dan beberapa motif yang lazim dipergunakan untuk tapi atau pola pinggir kain, dan beberapa motif lainnya lazim digunakan untuk biteh yang membatasi antara beberapa motif. Sedang kalau disebut motif Sungayang, yang dimaksud adalah corak keseluruhan kain.

Di Pandai Sikek terdapat puluhan toko tenunan songket menjual songket buatan tangan itu. Salah satu toko adalah Rumah Tenun Pusako yang berbentuk rumah gadang milik Hajah Sanuar.
Tenunan Pandai Sikek sangat indah dengan beragam motif dan warna. Warna songket tak jarang mengikuti trend mode seperti merah menyala, biru, krem, dan kecoklatan. Harga songket mulai Rp700 ribu sampai Rp7 juta per set, terdiri dari kain songket dan selendang.
Harga lebih ditentukan kerumitan pengerjaan motif. Selembar songket termahal, Rp7 juta misalnya, adalah songket tiruan dari songket kuno Minangkabau.
Namun di sini tidak hanya melayani belanja ratusan ribu. Ada juga aneka souvenir kecil untuk oleh-oleh, seperti kotak tisu, gantungan kunci, dompet, sandal, dan sebagainya. Bros adalah yang termurah seharga Rp5.000.

Jika ingin mengetahui lebih lanjut mengenai songket Pandai Sikek dapat menghubungi:


Hj. Sanuar
Rumah Tenun Pusako,
Pandai Sikek, Padang Panjang 27151
Sumatra Barat
+62752498193
Rozamon Anwar
Pondok Sukmajaya Permai
Blok F2 No 16
Depok
08161333405
rozamonanwar@yahoo.com
Gusti Ananda
Mobile: +6282170907393


Sumber: PadangKini.com | , 25/03/2008, WIB
             pandaisikek.net
             http://tenunpusako.com
             http://tenunpusako.com



Belanja Souvenir - Bordir dan Sulaman di Jalan Bengkawas - Bukittinggi


Selain jalan-jalan melihat kawasan wisata, kegiatan yang paling  asyik tentu saja belanja. Belanja sudah jadi tujuan wisatawan Malaysia yang datang ke Sumatera Barat. Bila menggunakan jasa agen travel, mereka sudah dibuatkan agenda belanja menjelang ke Bukittinggi.
Sebelum bus masuk ke Kota  Bukittinggi, biasanya sang guide sudah mengumumkan bus akan berhenti di Jalan Bengkawan tempat wisatawan yang ingin belanja kain bordir dan sulaman, atau tenunan songket oleh-oleh  khas Ranah Minang.

Di sepanjang Jalan Raya Bengkawas, ada lima rumah yang membuka gerai yang  menjual kain yang dibordir dan disulam indah. Nah, disinilah tempat belanja kain bordir yang bermutu, mahal sedikit tidak apa-apa.Salah satu toko yang paling lengkap adalah toko Annisa.
Di rumah berlantai dua itu hampir semua barang khas Sumatera Barat ada. Mulai dari kebaya yang dibordir terawang, selendang yang bersulam benang emas, baju kurung yang dibordir, jilbab berhiat payet, mukena yang penuh bordir, baju koko untuk lelaki hingga songket tenunan pandai sikek dan songket silungkang. Selain itu juga dijual tas kain yang disulam, taplak meja, sprei, alas bantal.

Untuk kebaya dan baju kurung, bordir yang banyak digunakan adalah bordir terawang.  Bordir terawang ini juga paling populer di Sumatera Barat bukan hanya  untuk kebaya dan baju kurung tetapi juga untuk taplak meja, tas, dan sprei. Cara membuat bordir terawang ini cukup rumit,  sebelum kain dibordir, serat-serat kain dicabut dulu, kemudian ada bagian serat kain yang diikat kembali, baru dibordir sesuai dengan motif yang diinginkan.

Saat  berkunjung ke Toko Annisa  minggu lalu, dua bus pariwisata yang membawa wisatawan lokal berhenti di halamannya. Puluhan wisatawan Malaysia  yang kebanyakan perempuan itu seperti kalap,  sibuk memilih kebaya dan bahan kain untuk baju kurung. Ada juga yang mencoba mukena dan jilbab. Lima pelayan toko  mondar-mandir melayani mereka, sedangkan para pria lebih banyak duduk di kursi tamu yang disediakan sambil menikmarti segelas kopi susu gratis.

Mahal Sedikit Tidak Apa-Apa
Dibandingkan di pasar di Bukittinggi dan Padang, barang yang dijual terlihat memang pilihan. Warna dan desain bordir serta sulamannya terkesan dibuat dibuat khusus dan tidak pasaran. Namun harga juga lebih tinggi,mungkin karena mutunya bagus.

Sebuah jilbab yang berhias manik-manik misalnya, dilabel Rp160 ribu, namun kainnya bagus dan hiasannya indah. Sementara jilbab berhias manik di Pasar Atas Bukittinggi dijual rata-rata Rp2o ribu, tetapi mutunya kalah jauh.

Azizah, seorang wisatawan asal Kualalumpur  yang saat itu sedang berbelanja  mengatakan untuk kedua kalinya ia ke tempat itu.  Hari pertama saat dibawa biro perjalanan untuk belanja dia hanya lihat-lihat, survei dulu.
"Barangnya memang bagus, tetapi saya mau cari di tempat lain mungkin harganya lebih miring," katanya.
Saat menginap di Bukittinggi, ia menyempatkan diri belanja di Pasar Atas yang letaknya tidak jauh dari Jam Gadang, maskot kota itu.
"Tapi saya langsung terkejut  saat nanya harga mukena yang banyak bordirnya, ditawar Rp2 juta oleh pedagang, aduh mahalnya, saya bingung mau menawar berapa, akhirnya tak jadi beli," kata karyawan perusahaan penyedia alat-alat kesehatan di Malaysia ini.Untungnya bus travel yang membawanya mau mengantarnya berbelanja lagi ke  toko-toko sepanjang Jalan Bengkawas.
Untuk wisatawan yang melancong ke Bukittinggi, dari pada lelah tawar menawar di pasar tradisional, memang lebih baik ke toko-toko khusus. Sebenarnya harganya hampir sama dengan di Pasar Atas Bukittinggi, kelebihan lainnya, tidak lelah memilih karena barangnya rata-rata bagus, tidak lelah tawar menawar yang terkadang amat alot dengan pedagang dan aman dari copet yang sering berkeliaran di pasar Bukittinggi.

Sepotong kebaya yang dibordir harganya Rp200- ribu  Rp 1,5 juta. Bahan dasar kebaya dari katun,  organdi (kain berbahan halus transparan) dan sutra. Begitu pula dengan baju kurung , kisaran harganya sama, tergantung jenis kain.

Mukena yang dihias bordir dijual mulai Rp75 ribu sampai Rp1 juta. Jenis barang bordir yang lain seperti taplak meja, sprei dan  sarung bantal berkisar Rp50 hingga Rp400 ribu.
Indrawati pemilik  toko Anissa menjaminl kain yang dijual ditempatnya tidak akan sama dengan produk di tempat lain, karena motif dan warna  bordirannya ia rancang sendiri dan dibordir penjahit yang bekerja dengannya.
Toko sejenis adalah toko  toko Chany yang terletak  500 meter sebelum toko Annsia. Di toko Chany juga dijual bahan kebaya yang dibordir terawang, serta  mukena dan songket. Di toko ini termasuk lengkap menjual aneka souvenir khas dari Minang. Mutu dan harganya hampir sama dengan yang dijual di toko Annisa.
Bila anda berminat membeli mukena dan inginlebih banyak pilihan, bisa mendatangi toko Puteri Minag. Toko ini berada tidak jauh dari toko Chany. Soalnya di Putri Minang ini lebih banyak pilihan mukena, karena mereka  lebih khusus menjual mukena yang dibordir. Harganya tergantung motif dan banyaknya border, berkisar Rp200 ribu hingga Rp1,5 juta. Mukena border ini juga dibuat  khusus oleh "anak jahit" yang bekerja pada toko itu. Nah, selamat belanja. **

Sumber: PadangKini.com | Senin, 02/06/2008, 17:05 WIB