Mentawai Island Surfing
The Mentawai Islands of Indonesia are one of the most consistent surfing travel destinations in the world (photo: mentawaiislands.com)
Jam Gadang Bukittinggi
Jam Gadang Bukittinggi is one of West Sumatra famous destination landmark (photo:tourdesingkarak.com)
Beautiful Lake Singkarak
Visit the clear and cool water of Lake Singkarak (photo:faceofindonesia.com)
44 Winding Road of Maninjau
Beatiful scenery of 44 Winding Road (Kelok 44) that leads to Maninjau Lake (photo: tourdesingkarak.com)
Minangkabau Traditional Martial Arts
One of famous Harimau Campa style of Minangkabau traditional martial arts (photo:faceofindonesia.com)
Kamis, 17 Mei 2012
Tour de Singkarak 2012 Race Route
Following the success of the last three consecutive years, Tour de Singkarak 2012 will take 250 world-class cyclists over 856 kilometers to explore the beautiful surrounds of West Sumatra. Like last year, the race will be divided into seven stages, but this time with increased prize money total to IDR 1 billion.
Starting in Sawah Lunto and finishing in provincial capital Padang, this year’s route will again offer some of the finest landscapes in West Sumatra, a region animated with beautiful scenery, rich cultural attractions and delicious local cuisine and delicacy.
Eighteen international teams and seven Indonesian teams will compete to show their best. This year’s race is in co-operation with ASO (the organizer of Tour de France), marking a significant international recognition and increasing international importance.
Festival Langkisau 2012 Ikut Memeriahkan Tour de Singkarak 2012
Painan, Sumbar (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, mematangkan persiapan "Festival Langkisau" X yang akan digelar bersama dengan balap sepeda Tour de Singkarak (TdS) mulai 6 Juni 2012.
Kepala Dinas Pariwisata Seni Budaya Pemuda dan Olahraga Pesisir Selatan, Iqbal Rama Dipayana di Painan, Rabu, mengatakan, khusus "Festival Langkisau", pemerintah kabupaten (pemkab) setempat merencanakan penyelenggaraannya selama delapan hari, mulai 6 Juni 2012.
Sedangkan kegiatan internasional balap sepeda "Tour de Singkarak", kabupaten itu mendapat jadwal sebagai tempat finis pada 9 Juni 2012 setelah star atau mulai dari Pariaman pada etape enam.
"Kami sudah membentuk panitia dua acara bergengsi tersebut dan selanjutnya diberikan kewenangan sesuai tugas dan fungsi masing-masing untuk mematangkan persiapan. Khusus Tour de Singkarakan akan berlangsung 9 Juni, Festival Langkisau 6 -- 12 Juni 2012," katanya.
Pelaksanaan Festival Langkisau tahun ini sengaja direncanakan lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya yakni akhir bulan Juli.
Kata ia, Festival Langkisau X dilaksanakan lebih cepat karena menyesuaikan dengan "Tour de Singkarak" yang baru pertama kali dilaksanakan di kabupaten ini.
Menyangkut persiapan Tour de Singkarak, panitia diminta untuk menyelesaikan paling lambat tanggal 1 Juni 2012, seperti jalan yang akan dilalui rute balap sepeda itu.
Jika jalan tersebut merupakan jalan negara (nasional) maka kewenangan untuk perbaikan dilakukan oleh Satuan kerja (Satker) wilayah 1 yang berada di Sumatera Barat.
Perbaikan jalan nasional akan dilakukan pada pecing-pecing yang rusak mulai dari perbatasan Kota Padang dengan kabupaten itu hingga Painan (pusat Kabupaten Pesisir Selatan).
Pemkab setempat dalam hal ini hanya mengusulkan untuk dilakukan perbaikan secepatnya sekaitan dengan pelaksanaan Tour de Singkarak, begitu juga dengan persiapan lainnya.
Sumber: Antaranews.com Kamis, 17 Mei 2012 20:19 WIB
Launching Tour de Singkarak 2012
Jakarta (ANTARA News) - Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar bersama Gubernur Provinsi Sumatera Barat Irwan Prayitno meresmikan peluncuran perhelatan Tour de Singkarak (TdS) 2012 di Balairung Soedirman, Gedung Sapta Pesona, Kantor Kementerian Parekraf di Jakarta, Senin.
Perhelatan bertema Sport Tourism yang telah menjadi agenda tahunan Union Cycliste Internationale (UCI) ini bukan hanya diramaikan 18 tim pebalap internasional, melainkan juga para wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Sumbar untuk menyaksikan lomba serta menikmati keindahan alam dan budaya Minang.
Menparekraf Mari Elka Pangestu menyatakan, salah satu tujuan dari penyelenggaraan tour itu adalah untuk meningkatkan citra pariwisata Indonesia, khususnya Sumatera Barat yang telah mendapat sambutan hangat dari mancanegara.
TdS 2012 akan melombakan tujuh etape yang berjarak total 854 kilometer dan melewati 14 kabupaten/kota di Sumatera Barat. Ketujuh etape tersebut yakni, etape 1 Sawahlunto-Sijunjung, etape 2 Muara Sijunjung-Lembah Harau, etape 3 Payakumbuh-Istana Basa Pagaruyung, etepa 4 Sicincin Anai Golf-Bukittinggi, etape 5 Padang Panjang-Singkarak, etape 6 Pariaman-Painan, dan Etape 7 Padang Circuit Race.
Sebanyak 14 kabupaten dan kota terlibat dalam perhelatan ini adalah Kota Padang, Kota Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten 50 Kota, Kota Payakumbuh, Kabupaten Tanah Datar, Kota Bukittinggi, Kabupaten Agam, Kota Pariaman, dan Kabupaten Pesisir Selatan.
Penyelenggaraan TdS 2012 yang merupakaan kali keempat diikuti 250 pebalap dari 17 negara yakni Jepang, Iran, Singapura, Australia, Uzbekistan, Ukraina, Kirgiztan, Rusia, Cina Taipei, Amerika Serikat, Jerman, Belanda, Brunei, Selandia Baru, Prancis, Vietnam, Malaysia, dan tuan rumah Indonesia.
Selain itu juga di dalamnya terdiri atas 18 tim balap internasional yakni Asian Racing Team, Azad University Cross Team, OCBC Singapore Continental Cycling Team, Genesis Wealth Advisers Pro Cycling Team, Uzbekistan Suren Team, Eddy Hollands Bicycle Services, Tabriz Petrochemical Team, Colossi Miche Team, Australian National Team, Budget Forkliftd, serta dua tim lain yang masih dalam konfirmasi.
Sementara itu, tim nasional yang turut serta dalam lomba itu adalah Polygon Sweet Nice, Araya, Putra Perjuangan, Warung Sego Penyetan, Custom Cycling Club, Binong Baru Club Pessel, dan Sumatera Barat. Para pebalap memperebutkan total hadiah uang sebesar Rp1 milyar.
sumber: http://www.antaranews.com
Senin, 07 Mei 2012
Hotel di Bukittinggi
Di Bukittinggi, menurut saya ada dua hotel yang sangat bagus dan cocok untuk orang wisatawan yang ingin merasakan suasana pedesaan dan pegunungan dengan udara yang segar, dingin dan sejuk. Yang pertama adalah Aia Angek Cottage dan yang kedua adalah Anai Golf and Mountain Resort.
Aia Angek Cottage sangat istimewa karena lokasinya yang tepat diapit tiga gunung dan pemandangan sawah-sawah yang indah. Jika sudah menginap di sini, enggan rasanya untuk kembali pulang ke bising dan hiruk pikuk Jakarta.
Namun jika membawa anak, maka akan lebih menyenangkan jika menginap di Anai Resort Golf karena fasilitasnya yang mendukung untuk acara keluarga seperti Villa yang dapat menampung satu keluarga besar (20 orang), bisa main golf, berenang di kolam alami, makan enak di restoran Bondan Winarno, ada arena bermain anak Flying Fox dll, bisa main bola sepuasnya. Bagi yang suka jogging bisa lari keliling vila...... Dan suasana malamnya serasa di hutan, penuh dengan bunyi-bunyi serangga dan binatang lainnya...sangat mengasyikkan.
Aia Angek Cottage
Jl.Raya Padang Panjang-BKT KM 6
Ph: 0752-498 400
Fx: 0752-498 361
Aie Angek Cottage, View Of Paradise demikian tag line dari cottage ini yang berada pada ketinggian 1100 mdpl di Nagari Aie Angek, Kecamatan X Koto Tanah Datar, sekitar 80 km dari Padang atau 14 km menjelang Bukittinggi dari arah Padang.
Bagi yang ingin menikmati relaksasi suasana pedesaan yang sejuk, sawah-sawah dan pemandangan gunung di kejauhan maka hotel ini amat sangat direkomendasikan.
Suasana pegunungan yang segar alami dan kadang-kadang ditutupi kabut tebal masih dapat kita rasakan di hotel ini.

Anai Golf and Mountain Resort
Club House :
Standard Room : Rp. 650.000,-/hari
Deluxe Room : Rp. 600.000,-/hari
VIP Restauran : Rp. 500.000,-/hari
Wisma Tandikek :
Superior Room : 12 rooms, Rp. 425.000,-/ Malam / Kamar
Villas Type :
Superior Room
Type B (2 rooms) 2 Unit max. 3 person Rp. 508,900 / Malam
Type C (3 rooms) 2 Unit max. 6 person Rp. 871,900 / Malam
Type D (4 rooms) 1 Unit max. 8 person Rp. 1,161,900 / Malam
Standard Room
Type A (4 rooms) 2 Unit max. 8 person Rp. 871.900 / Malam
Type F (5 rooms) 1 Unit max. 10 person Rp. 1,745,000 / Malam
Family Room
Type E1 (3 rooms) 1 Unit max. 12 person Rp. 1,185,000 / Malam
Type E2 (4 rooms) 1 Unit max. 20 person Rp. 1,930,000 / Malam
Extra Bed, Rp. 62.500,- / Malam
Rate Including Breakfast
Jam Check in : 13.00 wib
Jam Check out : 12.00 wib
Akomodasi Villa :
Dispenser ( Air Mineral)
Living room dan Dinning room
TV 21"
Shower dan Air panas
Masing masing villa memiliki ruang duduk, ruang makan, dapur, terrace dan carport tersendiri, dengan pemandangan yang sangat indah di sekeliling villa membuat anda nyaman dan tenang, villa tidak dilengkapi AC karena sudah berhawa pegunungan yang sejuk, juga di lengkapi TV dan Airpanas.
Golf Rates
18 Holes
Green Fee + Insurance Rp. 165.000,-
Caddy Fee Rp. 20.000,-
Golf Car Rent Rp. 140.000,-
9 Holes
Green Fee + Insurance Rp. 93.500,-
Caddy Fee Rp. 15.000,-
Golf Car Rent Rp. 90.000

The Hills Hotel - Bukittinggi (****)
Superior Room: Rp.650.000/kamar/malam + B’fast
Deluxe Room: Rp.670.000/kamar/malam + B’fast
Junior Suite : Rp.1.890.000/kamar/malam + B’fast
Hotel Grand Rocky Bukittinggi (****)
Rp.650.000/Kamar/Malam

Aia Angek Cottage sangat istimewa karena lokasinya yang tepat diapit tiga gunung dan pemandangan sawah-sawah yang indah. Jika sudah menginap di sini, enggan rasanya untuk kembali pulang ke bising dan hiruk pikuk Jakarta.
Namun jika membawa anak, maka akan lebih menyenangkan jika menginap di Anai Resort Golf karena fasilitasnya yang mendukung untuk acara keluarga seperti Villa yang dapat menampung satu keluarga besar (20 orang), bisa main golf, berenang di kolam alami, makan enak di restoran Bondan Winarno, ada arena bermain anak Flying Fox dll, bisa main bola sepuasnya. Bagi yang suka jogging bisa lari keliling vila...... Dan suasana malamnya serasa di hutan, penuh dengan bunyi-bunyi serangga dan binatang lainnya...sangat mengasyikkan.
Aia Angek Cottage
Jl.Raya Padang Panjang-BKT KM 6
Ph: 0752-498 400
Fx: 0752-498 361
Bagi yang ingin menikmati relaksasi suasana pedesaan yang sejuk, sawah-sawah dan pemandangan gunung di kejauhan maka hotel ini amat sangat direkomendasikan.
Suasana pegunungan yang segar alami dan kadang-kadang ditutupi kabut tebal masih dapat kita rasakan di hotel ini.
Anai Golf and Mountain Resort
Standard Room : Rp. 650.000,-/hari
Deluxe Room : Rp. 600.000,-/hari
VIP Restauran : Rp. 500.000,-/hari
Wisma Tandikek :
Superior Room : 12 rooms, Rp. 425.000,-/ Malam / Kamar
Villas Type :
Superior Room
Type B (2 rooms) 2 Unit max. 3 person Rp. 508,900 / Malam
Type C (3 rooms) 2 Unit max. 6 person Rp. 871,900 / Malam
Type D (4 rooms) 1 Unit max. 8 person Rp. 1,161,900 / Malam
Standard Room
Type A (4 rooms) 2 Unit max. 8 person Rp. 871.900 / Malam
Type F (5 rooms) 1 Unit max. 10 person Rp. 1,745,000 / Malam
Family Room
Type E1 (3 rooms) 1 Unit max. 12 person Rp. 1,185,000 / Malam
Type E2 (4 rooms) 1 Unit max. 20 person Rp. 1,930,000 / Malam
Extra Bed, Rp. 62.500,- / Malam
Rate Including Breakfast
Jam Check in : 13.00 wib
Jam Check out : 12.00 wib
Akomodasi Villa :
Dispenser ( Air Mineral)
Living room dan Dinning room
TV 21"
Shower dan Air panas
Masing masing villa memiliki ruang duduk, ruang makan, dapur, terrace dan carport tersendiri, dengan pemandangan yang sangat indah di sekeliling villa membuat anda nyaman dan tenang, villa tidak dilengkapi AC karena sudah berhawa pegunungan yang sejuk, juga di lengkapi TV dan Airpanas.
18 Holes
Green Fee + Insurance Rp. 165.000,-
Caddy Fee Rp. 20.000,-
Golf Car Rent Rp. 140.000,-
9 Holes
Green Fee + Insurance Rp. 93.500,-
Caddy Fee Rp. 15.000,-
Golf Car Rent Rp. 90.000
The Hills Hotel - Bukittinggi (****)
Superior Room: Rp.650.000/kamar/malam + B’fast
Deluxe Room: Rp.670.000/kamar/malam + B’fast
Junior Suite : Rp.1.890.000/kamar/malam + B’fast
Hotel Grand Rocky Bukittinggi (****)
Rp.650.000/Kamar/Malam
Hotel di Padang
Setelah gempa besar terjadi di Padang, kondisi pariwisata diprediksi lebih cerah. Indikasinya adalah dengan semakin banyaknya hotel yang dibangun di Padang dan Bukittinggi.
Beberapa hotel yang representatif di Padang diantaranya adalah:
Hotel Best Western Basko - Padang (*****)
Jl. Prof. DR Hamka No.2A, Padang
email: info@hargahotel.com
Telp : 021 9777 4848
021 9777 4949

Beberapa hotel yang representatif di Padang diantaranya adalah:
Hotel Best Western Basko - Padang (*****)
Jl. Prof. DR Hamka No.2A, Padang
email: info@hargahotel.com
Telp : 021 9777 4848
021 9777 4949

Hotel Mercure - Padang (****)
Jln. Purus IV no. 8 Padang 25116 - Indonesia
Phone : +62 - 751 891188
Fax : +62 - 751 891891
Email : info@mercurepadang.com

Hotel Pangeran Beach (****)
Jl. Ir. H. Juanda No. 79
Padang, Sumatera Barat - Indonesia
Ph. (62 751) 7051333
Fax. (62 751) 7054613
Rocky Plaza Hotel (****)
Jl.Permindo No.40 Padang
Superior: Rp.500.000/r/n B’fast
Superior Deluxe: Rp.525.000/r/n B’fast
Deluxe Room: Rp.550.000/r/n B’fast
Executive Suite: Rp.620.000 r/n B’fast
Suite Room: Rp.915.000/r/n B’Fast
Rocky Suite Room: Rp.3.120.000/r/n B’Fast
The Alana Hotel - Padang (****)
Superior Room – 55 Kamar IDR 520.000
Deluxe Room – 65 Kamar IDR 600.000
Family Room – 4 Kamar IDR 660.000
Junior Room – 6 Kamar IDR 850.000
Junior Suite Room – 6 Kamar IDR 1.010.000
Executive Room – 3 Kamar IDR 1.610.000
Royal Suite Room – 1 Kamar IDR 1.740.000
Alana Suite Room – 1 Kamar IDR 2.220.000
Hotel Hayam Wuruk (***)
JL.Hayam Wuruk No.16 Padang
Smal Room:Rp.550.000/r/n +B’fast
Deluxe Smar (King): Rp.660.000/r/n +B’fast
Suite Smar:Rp.990.000/r/n B’fast
Phone : +62 - 751 891188
Fax : +62 - 751 891891
Email : info@mercurepadang.com
Hotel Pangeran Beach (****)
Jl. Ir. H. Juanda No. 79
Padang, Sumatera Barat - Indonesia
Ph. (62 751) 7051333
Fax. (62 751) 7054613
Rocky Plaza Hotel (****)
Jl.Permindo No.40 Padang
Superior: Rp.500.000/r/n B’fast
Superior Deluxe: Rp.525.000/r/n B’fast
Deluxe Room: Rp.550.000/r/n B’fast
Executive Suite: Rp.620.000 r/n B’fast
Suite Room: Rp.915.000/r/n B’Fast
Rocky Suite Room: Rp.3.120.000/r/n B’Fast
The Alana Hotel - Padang (****)
Superior Room – 55 Kamar IDR 520.000
Deluxe Room – 65 Kamar IDR 600.000
Family Room – 4 Kamar IDR 660.000
Junior Room – 6 Kamar IDR 850.000
Junior Suite Room – 6 Kamar IDR 1.010.000
Executive Room – 3 Kamar IDR 1.610.000
Royal Suite Room – 1 Kamar IDR 1.740.000
Alana Suite Room – 1 Kamar IDR 2.220.000
Hotel Hayam Wuruk (***)
JL.Hayam Wuruk No.16 Padang
Smal Room:Rp.550.000/r/n +B’fast
Deluxe Smar (King): Rp.660.000/r/n +B’fast
Suite Smar:Rp.990.000/r/n B’fast
Rabu, 02 Mei 2012
Big Ben London dan Jam Gadang Bukittinggi
Banyak orang selalu membanding-bandingkan Jam Gadang Bukittinggi dengan Big Ben London. Namun seperti apa bentuknya Big Ben London tersebut, mungkin belum banyak yang mengetahuinya.
Big Ben adalah nama yang merujuk pada sebuah menara jam yang terletak di Gedung Parlemen di Westminster, London, Inggris Raya, dan merupakan menara jam terbesar kedua di dunia. Jam ini terletak di timur laut dari Rumah Parlemen di Westminster, London. Ada alasan menara ini dinamai Big Ben, Big Ben sebenarnya adalah nama kecil dari lonceng yang terletak di dalamnya (dulunya adalah Great Bell)
Menara ini dibangun sebagai bagian dari rencana pembangunan istana baru oleh Charles Barry, setelah Istana Westminster yang lama telah hancur akibat kebakaran pada malam 22 Oktober 1834.
Sedangkan Jam Gadang dibangun pada tahun 1926 sebagai hadiah dari Ratu Belanda kepada Rook Maker, sekretaris atau controleur Fort de Kock (sekarang kota Bukittinggi) pada masa pemerintahan Hindia-Belanda. Arsitektur menara jam ini dirancang oleh Yazin Sutan Gigi Ameh, sedangkan peletakan batu pertama dilakukan oleh putra pertama Rook Maker yang pada saat itu masih berusia 6 tahun.
Pembangunan Jam Gadang menghabiskan biaya sekitar 3.000 Gulden, biaya yang tergolong fantastis untuk ukuran waktu itu. Sehingga sejak dibangun dan sejak diresmikannya, menara jam ini telah menjadi pusat perhatian setiap orang. Hal itu pula yang mengakibatkan Jam Gadang kemudian dijadikan sebagai penanda atau markah tanah dan juga titik nol kota Bukittinggi.[3]
Sejak didirikan, menara jam ini telah mengalami tiga kali perubahan pada bentuk atapnya. Awal didirikan pada masa pemerintahan Hindia-Belanda, atap pada Jam Gadang berbentuk bulat dengan patung ayam jantan menghadap ke arah timur di atasnya. Kemudian pada masa pendudukan Jepang diubah menjadi bentuk klenteng. Terakhir setelah Indonesia merdeka, atap pada Jam Gadang diubah menjadi bentuk gonjong atau atap pada rumah adat Minangkabau, Rumah Gadang.
Renovasi terakhir yang dilakukan pada Jam Gadang adalah pada tahun 2010 oleh Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) dengan dukungan pemerintah kota Bukittinggi dan kedutaan besar Belanda di Jakarta. Renovasi tersebut diresmikan tepat pada ulang tahun kota Bukittinggi yang ke-262 pada tanggal 22 Desember 2010
OUTSIDE VIEW
Big Ben
INSIDE - MACHINE
Big Ben
Pada Jam Gadang Bukittinggi, terdapat 4 jam dengan diameter masing-masing 80 cm, dimana mesin jam dan permukaan jam terletak pada satu tingkat di bawah tingkat paling atas. Jam tersebut didatangkan langsung dari Rotterdam, Belanda melalui pelabuhan Teluk Bayur dan digerakkan secara mekanik oleh mesin yang hanya dibuat 2 unit di dunia, yaitu Jam Gadang itu sendiri dan Big Ben di London, Inggris.
Big Ben adalah nama yang merujuk pada sebuah menara jam yang terletak di Gedung Parlemen di Westminster, London, Inggris Raya, dan merupakan menara jam terbesar kedua di dunia. Jam ini terletak di timur laut dari Rumah Parlemen di Westminster, London. Ada alasan menara ini dinamai Big Ben, Big Ben sebenarnya adalah nama kecil dari lonceng yang terletak di dalamnya (dulunya adalah Great Bell)
Menara ini dibangun sebagai bagian dari rencana pembangunan istana baru oleh Charles Barry, setelah Istana Westminster yang lama telah hancur akibat kebakaran pada malam 22 Oktober 1834.
Sedangkan Jam Gadang dibangun pada tahun 1926 sebagai hadiah dari Ratu Belanda kepada Rook Maker, sekretaris atau controleur Fort de Kock (sekarang kota Bukittinggi) pada masa pemerintahan Hindia-Belanda. Arsitektur menara jam ini dirancang oleh Yazin Sutan Gigi Ameh, sedangkan peletakan batu pertama dilakukan oleh putra pertama Rook Maker yang pada saat itu masih berusia 6 tahun.
Pembangunan Jam Gadang menghabiskan biaya sekitar 3.000 Gulden, biaya yang tergolong fantastis untuk ukuran waktu itu. Sehingga sejak dibangun dan sejak diresmikannya, menara jam ini telah menjadi pusat perhatian setiap orang. Hal itu pula yang mengakibatkan Jam Gadang kemudian dijadikan sebagai penanda atau markah tanah dan juga titik nol kota Bukittinggi.[3]
Sejak didirikan, menara jam ini telah mengalami tiga kali perubahan pada bentuk atapnya. Awal didirikan pada masa pemerintahan Hindia-Belanda, atap pada Jam Gadang berbentuk bulat dengan patung ayam jantan menghadap ke arah timur di atasnya. Kemudian pada masa pendudukan Jepang diubah menjadi bentuk klenteng. Terakhir setelah Indonesia merdeka, atap pada Jam Gadang diubah menjadi bentuk gonjong atau atap pada rumah adat Minangkabau, Rumah Gadang.
Renovasi terakhir yang dilakukan pada Jam Gadang adalah pada tahun 2010 oleh Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) dengan dukungan pemerintah kota Bukittinggi dan kedutaan besar Belanda di Jakarta. Renovasi tersebut diresmikan tepat pada ulang tahun kota Bukittinggi yang ke-262 pada tanggal 22 Desember 2010
OUTSIDE VIEW
Big Ben
Menara ini tingginya 96.3 meter (316 kaki) dan dibangun dengan gaya Gothik Victoria. 61 meter (200 kaki) di bawah jam terbuat dari bata yang dilapisi oleh batu, sedangkan puncak menara ditopang dengan rangka besi yang dibuat dari besi leleh. Menara ini dibangun di atas tanah berukuran 15 meter kali 15 meter, fondasi terbuat dari beton setebal 3 meter (9 kaki), pada kedalaman 4 meter (13 kaki) di bawah permukaan. Semua sisi jam tingginya 55 meter (180 kaki) dari atas tanah.
Karena berubahnya kondisi tanah sejak pembangunannya, Menara Big Ben sedikit miring ke barat laut kurang lebih 220 milimeter (8.66 inci), menara ini miring setiap tahun sebanyak beberapa milimeter ke arah timur dan barat dikarenakan efek thermal.
Jam Gadang
Jam Gadang memiliki denah dasar seluas 13 x 4 meter. Bagian dalam menara jam setinggi 26 meter ini terdiri dari beberapa tingkat, dimana tingkat paling atas merupakan tempat penyimpanan bandul. Bandul tersebut sempat patah hingga harus diganti akibat gempa pada tahun 2007.
Jam Gadang dibangun tanpa menggunakan besi peyangga dan adukan semen. Campurannya hanya kapur, putih telur, dan pasir putih. Keunikan dari Jam Gadang sendiri adalah pada kesalahan penulisan angka Romawi empat (IV) pada masing-masing jam yang tertulis "IIII". Kesahalan penulisan tersebut juga sering terjadi di belahan dunia, seperti angka 9 yang ditulis "VIIII" (seharusnya IX) ataupun angka 28 yang ditulis "XXIIX" (seharusnya XXVIII).[1][2]
Secara struktur dapat dikatakan bahwa Jam Gadang lebih hebat dari Big Ben London karena meskipun dibuat hanya dari kapur, telur dan pasir putih, Jam Gadang dapat bertahan dari beberapa gempa yang mengguncang Sumatera Barat dan tidak pernah diberitakan menjadi miring seperti Big Ben London atau pun Menara Pisa.
INSIDE - MACHINE
Big Ben
Jam ini terkenal karena ketepatannya. Pendesainnya adalah seorang pengacara dan horologis amatir Edmund Beckett Denison, dan George Airy, seorang Astronom Kerajaan. Jam ini dibuat oleh Edward John Dent, yang menyelesaikannya pada tahun 1854. Namun menara Big Ben belum selesai saat itu sampai tahun 1859.
Pepatah Inggris putting a penny on yang berarti memperlambat laju, muncul dari metode metode-substansi yang berasal dari pendulum jam. Di atas pendulum terdapat setumpuk koin penny, koin ini digunakan untuk mengubah waktu jam. Menambah atau mengurangi koin mengubah pusat gravitasi jam, sehingga waktu bertambah sebanyak 0.4 detik sehari.
Ketika Blitz London, Istana Westminster sempat dibom oleh Jerman, pada 10 Mei 1941, sebuah bom tiba-tiba menghancurkan dua dari empat muka jam dan sebagian dari atap menara dan menghancurkan ruangan dewan rakyat. Arsitek Sir Giles Gilbert Scott merancang lagi ruangan lima-lantai. Dua lantai yang diisi saat ini dengan ruangan lain pertama kali digunakan pada tanggal 26 Oktober 1950, jam ini masih berjalan, walaupun serangkaian serangan bom besar terus terjadi dan berlangsung sampai Blitz berakhir.
Jam Gadang
INSIDE - PENUNJUK JAM
Big Ben
Jam Gadang
INSIDE - LONCENG
Big Ben
Jam Gadang
Sumber:
foto big ben by: http://happyhomemakeruk.blogspot.com
berita: Wikipedia














